INILAH FAKTA dan REALITA KONTESTAN LOMBA BURUNG

Jumat, 2016-04-15 04:47:53, Dibaca : 2623

Silobur-Jakarta,  Lomba burung dari dulu selalu menjadi pembicaraan terutama bagi kontestan setelah selesai lomba. Tulisan ini berdasarkan fakta dan realita penulis selama mengadakan lomba atau mengamati kondisi real di lapangan dari dulu hingga saat ini.

 

Fakta kontestant lomba burung diantaranya:

1. Hampir sebagian besar mereka pesen dan minta nomor gantangan yg diinginkan:
- Murai, ijo, kacer 》nomor tengah
- Kenari, pleci 》sukanya minggir dan kenari menjauh, sebagian love bird.

- Sehubungan dengan sebagian EO tidak mengadakan tos, maka nomor gantangan terkecil menjadii favorite.
- Tiket gosok kadang maksa minta !

 

2. Kontestant hampir sebagian besar mantau dan fokus di atas 70 ~ 90 % dimana kontestant mantau burungnya sendiri tanpa membandingkan kinerja burung lainnya yang berada di Pinggir tengah pojok, paling perbandingannya dengan sebelahnya atau terdekatnya.

 

3. Masih adanya kontestant sebagian besar pemula dan pelomba senior menganggap "Penilaian berdasarkan dengan kinerja juara burung sebelumnya", pada hal namanya burung kadang kerja optimal kadang tidak, bahkan bila burung turun 3 kelas dalam 1 event pasti ada yang good perform dan tadak.

 

4. Sebagian besar mereka apriori terhadap juri atau negative thinking terhadap kinerja juri: "Juara nya punya bos ini punya bos itu". Mungkin ini ada benarnya namun jangan disapu rata semua EO.

 

5. Hampir sebagian besar mereka selalu berteriak, pada hal teriak jelas dilarang. Nafsu emosi ingin menang kadang dilampiaskan lewat teriak, bahkan burung diem pun tetep diteriakin.

 

6. Walau tidak sebagian besar, kontestant ada yg berusaha kontak juri dangan bahasa halus minta dipantau dan dengan kasar minta dijuarakan dengan imbalan dikasih uang atau hadiah dibagi atau hadiah diambil juri semua.

 

7. Walau tidak sebagian besar, kontestant yang gengsinya tinggi bila burungnya kalah berusaha mencari celah-celah kelemahan EO atau para juri.

 

8. Walau tidak sebagian besar, kontestant bila protes takut di lokasi lomba melampiaskan di sosmed, baik dengan cara halus menyindir atau kasar direct to the point. Pada hal protes atau komplain di lapangan lebih enak karena ada data yang lengkap.

 

9. Ketika Lomba dianggap saingan, maka ketika mereka ikut di lomba EO tertentu rasio subyektivitasnya tinggi.

 

10. Terjadinya PERBEDAAN pandangan menilai Juri yg berada di lapangan dan kontestant di luar pagar memicu terjadinya komplain sampai ke protes. Contoh case: Versi juri volume kurang keluar atau ngukluk di murai misalnya, namun versi dari luar lapangan si murai terlihat kerja

 

11. Hampir sebagian besar kontestant melihat kinerja burung saja tanpa melihat burung saat tidik kerja (ngetem, makan, minim dsb) mereka tidik teriak saat ngetem, makan, minim dsb.

 

12. Kurang dimengertinya suatu pakem Penilaian burung dari EO dan EO juga kurang publikasi dan sosialisasi akan memicu komplain dan protes.

 

13. Hampir sebagian besar kontestant pamer piagam saat menang dan ada sebagian yang komplain bila kalah.

 

14. Ada sebagian Kontestant memberi tip uang saat menang yg kita sebut odengan, dan bila ketahuan oleh kontestant lain akan menebar kemana-mana, dengan pihak Juri atau EO nya yang akan berdampak jelek imagenya.

 

15. Adanya Juara BC (Bird Club) atau SF (Single Fighter) memng mempunyai nilai plus buat EO, dimana lomba semakin ramai, namun dampak negativenya:

- Adanya persaingan BC atau SF dengan berbagai cara dilakukan agar bisa juara.

- Adanya jual beli point untuk memenangkan juara BC atau SF, dimana Juara BC dan SF bukan burung milik BF dan SF itu sendiri.

- Memicu protes, agar BF dn SF nya juara.

 

16. Jockie atau perawat burung berusaha berbagai cara agar burung rawatannnya juara, bila tidak juara kadang mencari celah negative Juri atau EO nya, karena takut laporan apa adanya. Sebagai bos pemilik burung, seyogyanya wisdom dalam hal ini, dan bukan menekan Jockie atau perawatnya. Cari info bebagai pihak bukan hanya dari 1 jalur saja.

 

17. Tahukah anda bahwa di setiap gelaran lomba burung EO manapun hampir selalu ada komplain baik langsung atau pun tidak langsung.

 

Mari kita instropeksi, apakah kita termasuk dalam beberapa catatan di atas, bila anda tidak termasuk hal-hal di atas maka, kami mengucapkan "Selamat buat anda telah menjadi kontestant hebad luar biasa !" (cj).

Komentar