SALAH KAPRAH DI DUNIA KICAUMANIA

Rabu, 2016-12-21 08:20:25, Dibaca : 642

Jakarta - Kaprah artinya lazim atau biasaSalah kaprah artinya adalah kesalahan yang telah sering digunakan sehingga orang menganggap hal itu benar.  Dalam dunia burung terutama di sistem penjurian, ada beberapa hal yang SALAH KAPRAH

 

Berikut hal-hal yang salah kaprah di sistem penjurian buurng berkicau:

* SISTEM MENTOK 38 DIISI DI REKAP Panitia atau juri memberikan saat sudah ditancepin Bendera X. Analoginya, ujian itu test dulu baru lulus, bukan Lulus dulu baru ujian. Mentokin dulu baru Juara bukan sebaliknya. Ada solusinya untuk salah kaprah ini.
* Penjurian Terbuka realnya TIDAK TERBUKA. Justru Penjurian Terbuka itu prosesnya juga Harus Terbuka. PROSES ini yg tidak diketahui oleh kicaumania, dan sebagian besar kicaumania tidak mau tahu Proses ini. Mereka lebih fokus pada HASIL JUARA saja.
* Apapun Penjurian Tertutup, lebih potensial untuk menuju ke KKN, justru ini yg disukai oleh sebagian kicaumania.
* Ketika koncer Sendiri, itu potensial bahwa Si Juri Cenderung Ngoncerin ajuannya sendiri, apalagi Koncer yg tersebar merata sampai juara di atas 10... Team Juri Tidak bisa fokus ke burung-burung yang layak Juara
Tapi realitasnya Kicaumania malah bangga dengan hal ini sekali lagi kicaumania itu butuh juara. Kadang model ini bersifat politis untuk meredam protes.
* Juara koncer atau non koncer yang dihasilkan oleh 1 pengajuan Juri atau oleh Korlap, IP, Pengawas adalah TIDAK dibenarkan, model ini adalah sistem by pas atau superior baik oleh Juri maupun oleh Korlap, IP, dan Pengawas.
* Tahukah anda yang TIDAK menginginkan Fair Play itu Justru dari Sebagian Peserta lomba dan Juri meng YA kan.

 

Semoga sedikit tulisan menjadi intropeksi  buat kita kicaumana, agar dihasilkan juara yang benar-benar juara. Dunia burung memang dunia hoby, dan kita wajib membuat bagus lomba terutama di sistem penjuriannya.

 

 

"Sistem yang baik orang dipaksa menjadi BAIK, sistem yang buruk orang cenderung atau terpaksa berbuat BURUK ..."

Komentar