KKN DALAM LOMBA BURUNG BERKICAU

Senin, 2019-06-21 04:35:37, Dibaca : 232

Kenapa bisa tercium atau tersebar? Inilah sumber informasi apabila Peserta dan Juri ber KKN:

1. Dari Peserta Sendiri

Info ber KKN biasanya dari peserta sendiri, kadang mereka tidak sadar omong ke orang lain, dan biasanya info ini cepet menyebar seperti Udara yang selalu menempati ruang yang kosong. Kadang peserta juga bangga akan KKN nya juga menyebut si Juri ini bisa dikondisikan ....

2. FAKTA LAPANGAN

Fakta burung di lapangan merupakan informasi yang bisa membuka aib KKN seorang Pemain dan Juri. si burung kerja bagus akan tetapi karena ber KKN, sehingga si burung seharusnya KONCER bisa tergeser menjadi tidak KONCER.

3. DATA LOG ELEKTRONIK MEDSOS

Data percakapan lewat media sosial (FB, WA, IG, Twitter) dan telephone mempunyai data log walau di delete oleh pengguna. Namun bisa diakses oleh orang-orang tertentu. Bahkan dari sini terlihat juga aliran dana transfer bank dari peserta ke Juri atau keluarganya. Sekali lagi, tidak semua orang bisa melakukan hal ini !

KKN di dunia burung selalu ada dari Letber, Lomba Regional atau Nasional terjadi karena salah satu meng IYA kan, bila salah satu menolak ajakan tentu tidak akan terjadi.

KKN singkatan dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Korupsi di dunia burung adalah mengkorupsi dalam penilaian atau penjurian burung berkicau di lomba.

Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu (Gratifikasi) sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar. Dalam dunia burung merupakan kesepakatan antara pemain dengan juri.

Nepotisme berarti lebih memilih saudara atau teman akrab berdasarkan hubungannya bukan berdasarkan kemampuannya. Dalam dunia burung terjadi antara pemain dan juri karena faktor kedekatan, Juri dan pemilik EO/Gantangan, dsb.

Komentar