11 POINT PENILAIAN KELAS KACER PADA LOMBA BURUNG

Minggu, 2015-03-29 15:35:26, Dibaca : 8030
Solo-Silobur, Banyak yang menjadi bahan pertanyaan kenapa penilaian kelas kacer masih menjadi kontroversi. Ada yang bilang kacer ini pernah juara di EO sana, koq di EO sini tidak juara apakah EO ini punya pakem tersendiri atau burung ini hanya bisa juara di EO tertentu saja, dan sebagainya.
 
Pada umumnya hal pakem penilaian itu hampir sama semuanya antar EO satu dengan yang lain, mungkin jika di telik dari masa ke masa sistem penilaian lomba burung berkicau saat ini smakin berkembang dimana penilaian kelas kacer diambil yang paling bagus dan memiliki kualitas yang memiliki kelebihan yang lebih, dan stamina yang kuat dan tahan kinerjanya. bisa di kata bagus di semua segi, baik dari iramanya, lagunya, volumenya, ngerolnya, durasi kerjanya, intonasinya, isiannya, speednya, utuh fisiknya, gayanya. Dimana saat ini banyak kacer yang semakin hari semakin bagus, dan pemilik kacer juga mengutak atik mengasah ketrampilannya semakin detail, dari segi cara tampilan di lapangan, setelan yang pas, memaster burung tersebut, bagaimana EF agar powernya muncul. Sehingga kacer-kacer yang berlaga pun semakin ciamik saat berlaga di lapangan dan pasti pernah terjadi pada kelas kacer yang turun berlaga bagus-bagus memiliki kualitas dan kriteria yang masuk dalam semua segi bisa di kata beda tipislah membuat tim juri harus ektra namun tim juri harus dituntut menentukan satu diantara sekian burung yang terbagus dan memiliki kelebihan yang lebih di semua aspek
 
Bagaimana dengan kacer yang shownya indah? Ada juga yang bertanya ada burung kacer shownya bagus jika di lihat di bibir lapangan, namun ketika koncer tidak meraih bendera koncer satu pun. Ada juga yang  membahas soal burung kacer ngerol duduk tetapi ekornya tidak membuka ibarat sayur tanpa garam alias kurang komplit. Namun ada burung yang di lihat shownya bagus jika di dengar di bawah gantangannya volumenya ngga keluar, alias gembozz ibarat tanpa tenaga, yaaa pastinya akan tersisih oleh kacer yang lain Beberapa pemain pemula nampaknya masih butuh pengertian dimana ketika hanya melihat penilaian di bibir lapangan nampak seperti masih kurang mengerti apa saja yang di nilai oleh tim juri, mungkin ada beberapa pemain yang masih bingung karena membaca beberapa tulisanpun pasti berdasarkan irama dan lagu, iya memang ini lomba burung berkicau jadi suara irama dan lagunya yang merdu. Bukan pada gayanya saja yang meliuk-liuk kalo gaya saja berarti kriterianya lomba gaya alias cat-walk.Namun hal diatas jangan dikira kalo shownya indah ngga jaminan menang atau sebaliknya shownya indah tidak masuk kriteria penilaian atau seperti apa deh.... yang akan muncul pastinya bisa beragam dan variatif. Untuk itu simak secuil bedah kasus di bawah ini.
 
 
Beberapa tahapan penilaian pada kelas burung Kacer:
  1. Irama: irama  yang dilantunkan memiliki irama yang unik dan memiliki irama yang menonjolkan suara yang kasar (memekik di telinga) (bukan suara siulan burung kacer -> cuit cuittt,  siul siul bisa di kata ngeban-ngeban ini kurang bagus untuk jenis kacer
  2. Lagu: lagu yang dibawakan berganti-ganti atau tidak monoton. Merubah dari satu lagu yang dinyanyikan kemudian berganti lagu, ganti lagi. Kalo satu lagu di ulang ulang berarti monoton kurang menambah nilai.
  3. Volume: volumenya harus terdengar di telinga juri ketika burung tersebut di nilai, memiliki suara yang keras serta tidak tipis, suaranya tebal.
  4. Ngerol: Bunyi secara kontinyu atau biasa di sebut ngerol, di sini burung harus memiliki nafas yang panjang sehingga jika di nilai oleh juri tampil menyanyi terus dan lagu yang dilantunkan tidak monoton.
  5. Speed/spasi: dalam pergantian dari satu lagu ke lagu berikutnya  harus rapat nampak seperti tidak ada jeda, cuman namanya hewan pasti ada jeda ketika menggambil nafas di sini juri akan melihat tingkat ke rapat-an speed/spasinya. Jeda ambil nafas saat berkicau itu sedikit sekali celahnya dari menyayikan lagu yg satu berpindah ke lagu yang lain.
  6. Intonasi: naik turunnya/ alunan lagu yang dibawakan saat berkicau, nada tinggi-rendah-tinggi-sedang-rendah-tinggi seperti bergelombang dan tertata rapi sehingga enak di dengar.
  7. Power: tenaga saat menyanyikan ada sehingga jelas terdengar, alias tidak gemboz. (artian kata gembos : seperti menyanyi tapi ngga ada suaranya, Paruhnya membuka tapi ngga kedengaran di telinga juri).
  8. Isian: variasi isian yang dimiliki burung kacer bermacam-macam dan memiliki ciri khas yang cenderung ke suara kasar. Ini bukan wajib yah tetapi varian yang bagus mungkin suara burung kecil-kecil atau burung yang memiliki karakter suara frekuensi tinggi, sedikit gambaran seperti : kolibri, pelatuk, jalak, cucak jenggot, cililin, tengkek buto, siri-siri, kenari, blacktroat, branjangan, sanma, hwa mey, love bird, kapas tembak, ciblek  dan masih banyak lagi.
  9. Durasi kerja:  harus bisa melewati diatas minimal 80-85 % dari waktu yang di sediakan panitia. Faktor yang mengurangi nilai aspek durasi kerja antara lain: ngeruji ke sangkar alias nabrak jeruji, turun kebawah tangkringan alias ngelantai, Mbagong/Mbalon/kuda lumping.
  10. Gaya/tarian: meliuk-liuk, buka ekor, buka sayap, ngerol menghadap keatas. Gaya sifatnya penunjang dari seua aspek yang diatas. Jika ada burung yang memiliki kesamaan dari poin no 1-9 dan satunya memiliki gaya dan satunya tidak memiliki gaya, maka yang layak adalah yang memiliki gaya yang indah.
  11. Fisik: burung harus memiliki fisik yang utuh mulai dari mata,sayap, paruh, kaki, ekor, kerapian bulu, dll.
 
Kesimpulannya:
  • Kacer termasuk burung yang memiliki sifat figther / tempur dimana jika bertemu musuh akan mengajak bertempur dengan sebelahnya. Juga akan menjadi perhatian jika burung tersebut agresif namun bukan agresif yang nabrak sangkar maupun jeruji. Agresif yang mengajak bertempur dengan sifat  fighter lawan sebelahnya. 
  • Penilaian kelas kacer disaring dari kualitas yang dimilik burung tersebut, masuk semua segi/aspek penilaian diatas. 
  • Kacer harus memiliki suara mbeset mbeset kasar.
  • Burung menyanyikan: Ngerol ,ngelagu, nembak, speed rapat,  volume keras dan tebal, durasi kerja yang maksimal, gaya yang menarik, stamina yang kuat/tidak gemboz, tidak mbagong atau mbalon.
  • Akan lebih bagus jika ada satu kacer yang memiliki kriteria diatas dan memiliki segala kelebihan. Irama, lagu, volume,ngerol,  speed, isian, intonasi, gaya yang lebih semuanya komplit. Bukan sayur tanpa garam tetapi komplit full dimiliki satu burung dan dianggap kualitas dan memenuhi kriteria untuk menyandang sebagai burung juara.
 
 
Catatan:
Mbalon/mbagong: burung kacer itu birahi, jika di dengar  suaranya hanya krekkk krekk krekkk, mungkin ada EO yg masih memberi toleransi jika mbagong di awal penilaian sebelum full tertancap 6 bendera kecil maka masih bisa koncer. Tetapi jika terlihat di tengah waktu atau terakir waktu penilaian maka akan di dis walaupun hanya sebentar 2-5 detik tetap mendapat bendera tanda mbagong, namun ada EO yang jika terlihat mbagong langsung mendapat bendera tanda mbagong yangartinya burung tersebut tidak bisa masuk nominasi tergantung peraturan EO yang menyelenggarakan. Gimana yang bahasanya saya lebih setuju jika kacer, burung kacer tidak mbagong dari awal hingga akhir waktu penilaian.
 
Penulis: Agus Sanjaya, merupakan Juri KM Pusat (www.kicaumania.or.id), berdomisi di Solo, Jawa Tengah.

Komentar