VARIASI KICAUAN PADA KENARI

Senin, 2015-04-13 23:53:17, Dibaca : 3142
Bali-Silobur, Agus Sanjaya salah satu Juri KM Pusat merupakan hobi kenari, tulisan singkatnya ini merupakan share dan pengalamannya tentang kenari.
 
Irama: meliputi cengkok dasar yang dibawakan, suara alunan nyanyian yang dibawakan saat burung tersebut bernyanyi (intonasi naik/turun), panjang dan pendeknya lagu yg dibawakan, ada yang seperti air gemericik, ada seperti alunan, ada yang seperti suara gaung/gema.
 
Volume: tebal/tipis, keras/nyaring, suara besar( ngebass), suara kecil (treeble) dalam dunia musik.
 
Lagu: isian maupun standart itu relatif, namun saat ini banyak penggemar sudah memodifikasi kenari menuju ke suara lagu isian (blacktroath, elder sanger, glatik wingko, mozambiq, jangkrik ngerik, ciblek, dll), variasi lagu ini juga sangat mendukung menonjol atau tidaknya saat dibawakan oleh si kenari tersebut. Suara kenari bisa dibagi lagi dengan suara depan, tengah, belakang, jaman dahulu banyak kita temui atau dengar kenari punya lagu yang belakangnya itu mangalun dari depan kencang tengah suara alunannya sedang, belakangnya mengalun semakin pelan pelan pelan, kemudian baru stop dan bunyi kembali saat ini sudah sangat jarang menemukan lagu seperti itu. Pada dasarnya ini tidak terlalu significan hanya jika di dengar terasa lebih enak.
 
 
KESIMPULAN PENILAIAN
Irama, lagu yang dibawakan itu bagus dan enak di dengar di telinga, nah kata bagus ini meliputi apa: ada cengkoknya, ada intonasinya naik turunnya lagu yang dinyanyikan, terus durasi yang dinyanyikan itu panjang, nah panjang sendiri ada juga beberapa batasannya lagu kenari kalo dinyanyikan oleh burung tersebut kalo kita perhatikan secara detail itu seolah ada suara angkatan (suara depan), tengah, dan suara belakang, volumenya juga harus tebal dan kencang/keras/nyaring jadi terdengar di telinga team penilai saat juri-juri ini menilai di bawahnya atau di kelas kenari ini, kestabilan bernyanyi dengan waktu yang disediakan oleh panitia penyelenggara saat kelas tersebut diadakan (durasi kesetabilan berkicau diatas 70% waktu yang di sediakan panitia dlm kelas tersebut)
Kenari standart dan isian di dlm penjurian lomba burung yang idependen (Non PAPBURI, non PBI).
 
Pada dasarnya jika isian standar dan maupun semi isian itu memiliki hak yang sama untuk di nilai maupun besar kecilnya bodi size burung itu sama juga. Tergantung suara yang dinyanyikan oleh si kenari tersebut, misal ada contoh isian lagu bagus tapi kurang stabil dalam arti kerjanya tidak mencapai 70% dari waktu yang di sediakan oleh panitia, akan bisa tergeser oleh lagu kenari yang lagunya standar yang kerjanya diatas 70%. Tetapi standar juga tidak lepas dari irama, lagu, volume yang dahsyat serta panjang durasi di saat burung tersebut bernyanyi.
 
Namum apabila kenari isian tersebut memiliki irama lagi yang bagus serta volume keras dan panjang bisa kerja maksimal diatas rata-rata atau lebih dari 70% yang di sediakan panitia itulah yang bisa dijadikan juara, karena apabila terjadi dua burung kenari dimana yg satu isian dan yang satu standar sama-sama kerja dan kualitas serta kriterianya dalam bernyanyi imbang anatara isian dan standart kita akan kedepankan isian dimana mengisi lagu kenari itu tidaklah mudah, kita hargai juga sang perawat yang dibalik sebelum lomba itu bagaimana mencetak kenari isian itu agar tetap stabil dan tidak glender itu juga PR (pekerjaan rumah) yang tidak mudah, jadi kita ambil kesimpulan akan isian yang menang.
 
 
KENARI BODI BESAR & KECIL
Ada yang mengasumsikan kenari kalau bodi besar itu kalau bunyi langsung menutup semua lapangan istilah lainnya tembus, tapi kita dalam penilian dilomba kita lihat lagi kenari tersebut untuk frekuensi bunyinya berapa kali? Kalau toh rajin (stabil) dan memiliki note: irama,lagu, volume, stabilitas di atas rata-rata ya bisa menang memang yg biasa terjadi kenari bodi besar itu lebih bisa meraih ke juaraaan di saat tampil performa di atas lawan yang lain.
 
Namun apa yang terjadi jika ada kenari bongsor yang volume, lagu , irama itu bunyi hanya 2-3 kali saja. Bisa kejadiannya kenari kecil yang standar yang memiliki volume, irama, lagu yang bagus serta panjang durasinya dan burung tersebut stabil ini bisa menyandang menjadi juaranya.
 
 
KELEMAHAN & KEUNGGULAN BODI BONGSOR & KECIL
Kelemahan kenari bongsor biasanya burungnya itu cenderung agak malas berbunyi atau bikin bunyi yang terus menerus itu agak susah, tapi ada juga bongsor yang ngedur dan gacor. (kelemahan diatas ini bukan berati kenari bongsor jelek). Keunggulannya volume lebih dahsyat, lagunya lebih enak karena keturunan dari yoksher yang notabene memiliki dasar irama lagu yang indah. Kalo bongsor kan darah turunannya pasti dari jenis YS.
 
Beda kebalikan dengan kenari kecil, keunggulannya lebih crewet atau aktrakiv (aktif) lebih sering bunyi, namun terkadang kalah di volume atau di iramanya karena apa. Mungkin kenari ini silang-silang dari trah yang berbeda jadi ada yang kurang bisa memunculkan irama/lagu yang panjang dan keras.
 
 
 
KESIMPULAN 
kenari itu juara dimana terjadi saat lawan, dan kinerja burung yang digantang, serta perform saat burung tersebut dilombakan. Bisa jadi dalam beda kelas itu bisa beda juaranya, bisa jadi juga dalam satu event ada satu kenari bisa menjuarai 3-4 kelas tergantung kinerja serta lawan saat burung kenari itu bertarung atau adu nyanyiannya saat di kelas tersebut.
 
Sebagai catatan juga terkadang ada juga terjadi burung kenari di tengah lapangan seolah-olah bunyi, ngotot, ngedur, dengan penampilan yang aduhai kepalanya goyang kanan dan ke kiri, sayap ngentrok, namun ketika kami dengarkan di bawahnya suara burung tersebut ngga muncul. Padahal burung tersebut kalau di lihat dari kasat mata kan aduhai penonton yang melihat pun dari bibir lapangan melihat WOW kayaknya ini yg juara namun kenyataan setelah di penilaian akhir burung ini tidak juara. Karena apa saat kita di bawahnya burung tersebut nyaris tidak terdengar suaranya, alias wusss wusss... burung itu bunyi namun tidak ditunjang dengan suara yang nyaring yaaa tentunya kalah dengan yang nyaring dong.

Komentar